fragile.
Saturday, June 22, 2024
Itu semua sudah cukup.
4 tahun lamanya dari tulisan terakhir yang dipost.
Tanpa ada draft tulisan yang tersimpan. Tanpa ada waktu menuangkan pikiran dalam kata-kata. Dunia berputar terlalu cepat dan aku kewalahan. Sering terjadi bahkan aku sampai harus setengah mati dikejar oleh waktu. Terlalu banyak hal yang terjadi...
Membaca ulang tulisan-tulisan polos di sini membuatku rindu dengan dirku yang dulu. Kehidupanku yang dulu.
Memangnya ada yang salah dengan kehidupan sekarang?
Tidak. Tidak ada yang salah dari kehidupan yang dulu maupun sekarang. Sedang tidak mencari kambing hitam atas lelahnya tubuh ini mengikuti arus kehidupan yang terus membawaku ke dalam air mata dan rasa sakit (dan juga tawa bahagia tentunya).
Aku berjanji akan lebih meluangkan waktu untuk menulis. Belajar untuk lebih mengenal diri sendiri (lagi)....
Friday, September 4, 2020
Ah.
Saturday, April 11, 2020
Berhenti.
Hilang bersama kabar terakhir yang kau tinggalkan.
Mengetuk dinding rindu yang seakan runtuh oleh tangis dalam diam.
Adakah kau tau?
Aku rasa kau tak perlu tau juga.
Biarlah kau kembali pulang.
Pulang. Teduh bukan?
Biar. Biar saja tempat ini menjadi sarang laba-laba kelak.
Tak berpenghuni. Tak ada rasa.
Gelap.
Saturday, April 2, 2016
Terimakasih.
Bila aku tau jika ini akan menyakitkan, kenapa aku memilih untuk bertahan?
Bila aku tau ini akan sungguh terasa berat, kenapa aku tetap ingin ada di sini?
Sungguh logika berpikir tidak berlaku untuk urusan yang satu ini.
Bagaimana mungkin ketidaksempurnaan dapat menjadi sebuah kesempurnaan?
Ketika yang diinginkan hanyalah semua yang indah tapi yang didapatkan hanyalah tangis.
Di titik ini aku tau.
Seni dimana menemukan keindahan di balik tangis.
Tulisan ini kupersembahkan kepada kesabaran dan ketulusan.
Merekalah aktor utama dalam semua ini.