Saturday, January 11, 2014

Ada Udang di Balik Segala Hal. Enak!

Di zaman sekarang pasti ngeluhnya tentang bahan-bahan pokok yang semakin mencekik, biaya hidup yang menjulang, biaya pendidikan, biaya ini-itu yang memang mau ga mau harus dikeluarkan untuk tetap hidup.
Semua serba uang. Biaya. Duit. Nominal yang dipasang semakin memberatkan dan tidak pandang bulu.
Bahkan hanya untuk urusan terkecil dan paling private untuk individu saja harus bayar.

Masih ada yang gratis? Sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma untuk kita.
Udara? Sekarang aja banyak orang yang beli tabung oksigen karna ngarasa udara di bumi ini udah tercemar. Ngeri
Air? Liat aja dulu sungai yang sering kita pake buat main bareng temen-temen jadi keruh dan ga layak buat dikonsumsi. Buat dapet air bersih, ya beli.

Dan untuk mendapatkan seseorang yang kita kasihi, pasti ada harga yang harus dibayar kan?
Disini cost and reward emang beneran diperhitungkan. Hidup memang seperti dunia dagang sekarang. Kalo ga bakal dapat untung, mending ga usah kenal deh.
Mungkin itu yang jadi alasan kenapa sekarang yang namanya ketulusan itu semakin dicari-cari dan dipertanyakan keberadaannya.

....

So??

Saturday, December 14, 2013

Selalu ada ujian di balik ujian.

 

Friday, December 13, 2013

Belenggu

Perlahan mencoba mengurai kata yang tak terucap. Kesesakkan yang teramat menguasai jiwa. Protes keras berusaha mencari jalan keluar dari celah yang ada. 
Bisa apa?

Mata melihat. Telinga mendengar. Pikirku pun mengerti semua ini.
Namun sayang, mulutku teramat mesra bercumbu dengan kesunyian





6:11 pm 12/13/13 

 

Wednesday, June 26, 2013

Ketika masa lalu terus menghantui, mau buat apa lagi?

Monday, June 24, 2013

Dari aku untuk kamu..

Selamat malam, kamu.

Apa kabar?
Rasanya sudah lama aku tak menghabiskan waktu untuk diam dan mendengar kamu.
Aku terlalu asik sendiri. Aku seakan sudah melupakanmu.  Dan kamu masih saja setia menunggu. Aku percaya kamu masih setia di tempat yang sama.
Tapi percayalah, aku takkan melupakanmu. Aku hanya terlalu sibuk dengan persoalan-persoalan hidupku sendiri. Maaf..

Akhir-akhir ini aku terlalu egois, hingga tak menghiraukan perasaanmu. Sangat egois. Tak peduli kamu sendiri, kesepian, hanya karena menungguku. Sungguh, aku benar-benar minta maaf.

Apakah terbersit di pikiranmu bahwa aku hanya datang disaat aku butuh saja? Pernahkah? Mungkin kalau aku jadi kamu, aku akan berpikir sperti itu. Tapi percayalah, aku tak bermaksud datang disaat aku benar-benar merasa lelah, dan menjadikanmu punggung tempatku bersandar. Sungguh.

Terimakasih untuk kesetiaan, kesabaran, ketulusan dan kenyamanan yang slalu kamu berikan untukku. 


Salam dariku yang sedang rindu untuk berbagi...