Jarak ini memang menguji.
Bertahan dengan kerinduan yang terus datang tanpa permisi.
Sgala rasa terasa berkali-kali beratnya berkecamuk dalam hati.
Raga memang menjadi jawaban dari sepi.
Namun biarlah kita nikmati proses ini.
Tetaplah kita saling mendoakan satu sama lain.
Jarak ini tak ada artinya dengan jarak waktu yang akhirnya sudah mempertemukan kita.
17/03/16
Tuesday, March 22, 2016
Friday, October 23, 2015
A Love Letter.
Teruntuk yang tersayang....
Dunia ini terlalu luas, sayang. Kamu tidak bisa mengendalikan semua yang kamu ingin sesuai dengan apa yang kamu mau. Kamu hanya bagian kecil dari sesuatu yang besar. Semua yang kamu jalani tidak bisa selalu berjalan sesuai dengan ekspektasimu. Jatuh - bangun. Kecewa. Itu wajar, sayangku..
Jika semua berjalan sesuai dengan apa yang kamu ingin, lalu apalah artinya hidup ini? Tak ada 'hitam' di hidupmu. Membosankan. Aku ingin kamu dan aku; kita, bersama-sama berjalan melewati ini semua. Belajar untuk saling. Saling menerima. Saling memahami. Saling mengingatkan. Bukankah dari hal yang tidak mengenakkan itu, kita bisa semakin saling? Aku percaya itu.
Jadi, maukah kau bersama-sama denganku berjalan dengan telanjang kaki melewati jalan panjang yang penuh kerikil ini, bersama-sama mengenal apa itu sakit, kecewa, gagal? Dunia ini tidak selalu memihak kita, sayang. Biarlah kita berdua saling menggegam satu sama lain, jangan lepaskan genggaman ini. Jangan. Karna aku mau kamu sama-sama merasakan bagaimana lingkaran hidup ini berputar. Bersama.
Hidup ini terus berjalan, begitupun juga dengan kita. Sekali lagi, aku ingin kita sama-sama berproses. Proses yang tentu membutuhkan komitmen, karna semua ini tidak mudah. Kau tahu itu, bukan? Untuk menghadapi ini semua, biarlah kamu tetap menjadi kamu dan begitupun juga dengan aku. Tak perlu menjadi orang lain. Tak perlu iri dengan kehidupan orang lain, mereka mempunyai definisi kebahagian mereka masing-masing.
Dan aku ingin menemukan arti kebahagiaan kita, bersama.
Mungkin kita sama-sama pernah terluka, namun bukankah itu menarik? Mari kita bagi kepahitan yang pernah kita lewati sebelumnya. Ceritakan semua kepadaku, sayang. Dan kita akan menjadi kuat. Ya, kuat. Kita punya formula kepahitan, kekecewaan, ketakutan yang justru akan menguatkan kita. Percayakah kau, sayang? Kita pasti akan lebih siap dalam menghadapi sgala yang ada di depan kita. Kita tidak berjalan dengan mata tertutup. Biarlah keyakinan kita yang menuntun jalan panjang yang ada di depan.
Dan tak lupa, sembari kita berusaha melewati ini semua, jangan lupa untuk selalu berserah. Ingat sayang, kita hanya bagian kecil dari semesta ini.
p.s: i love you
Monday, October 12, 2015
Up and Down
"Lebih mudah untuk tidak memilih, seolah tak ada konsekuensi. Tetapi seperti katamu, memilih adalah jalan hidup yang berani"
- Pulang (2012)
Tak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa belajar untuk berani harus melalui fase yang seberat ini.
Terimakasih karena telah mengajarkanku untuk selalu berani dalam mengambil keputusan. Berani memilih. Berani melihat ke depan. Berani meninggalkan. Berani untuk kembali menata hidup. Berani untuk kehilangan.
- Pulang (2012)
Tak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa belajar untuk berani harus melalui fase yang seberat ini.
Terimakasih karena telah mengajarkanku untuk selalu berani dalam mengambil keputusan. Berani memilih. Berani melihat ke depan. Berani meninggalkan. Berani untuk kembali menata hidup. Berani untuk kehilangan.
Monday, August 10, 2015
Friday, July 31, 2015
Diam itu belum tentu emas.
Ada orang yang punya pemikiran, kalo lagi ada masalah lebih
baik diam.
Ya itu hak anda-anda semua sih yang berprinsip kayak gitu.
Tapi pernah ga sih kamu sadar, kamu tau, gimana perasaan
orang yang kamu diemin itu?
Sedih. Sebel. Kecewa. Marah.
Rasanya kita udah ada niatan untuk menyelesaikan masalah.
Tapi orang yang diajak bicara malah menghindar dan memilih diam. Diam sampai
suasana mencair.
Jujur. Aku bukan tipe orang yang kayak gitu. Aku adalah tipe
orang yang bakal sebel, sedih banget kalo ada orang yang ‘menghindar’ seperti
itu.
Proses. Kenapa harus menghindari proses? Proses berdialog
dalam menyelesaikan masalah. Emang ga semua proses akan enak untuk dilalui. Yang
pasti akan ada adu pendapat. Tapi satu hal yang aku dapat dari situ, adanya
saling mengerti dan saling memahami. Kalo ada masalah trus cuman diem ya kapan
mau belajarnya?
Jangan egois. Jangan mikirin diri sendiri. Enaknya dirimu
sendiri, menghindar dari masalah. Sedangkan di satu sisi, ada orang yang kecewa
dengan sikapmu itu.
p.s: not my love story
Subscribe to:
Posts (Atom)
